
Para mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unigal Ciamis kembali mengukir langkah nyata dalam meningkatkan kualitas akademis mereka.
Melalui program KKL Pendidikan Matematika Universitas Galuh, para calon pendidik ini diajak menyelami dunia kerja nyata secara langsung.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen kampus dalam melahirkan lulusan yang siap bersaing di era digital.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Nur Eva Zakiah, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda edukatif ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 21–22 Juli 2026.
Menurutnya, seluruh rangkaian acara dirancang terstruktur guna memberikan pengalaman belajar komprehensif bagi mahasiswa. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada dinding kelas, melainkan mencakup observasi lapangan yang inspiratif.
Selain itu, pelaksanaan KKL Pendidikan Matematika Universitas Galuh ini memiliki landasan akademis yang kokoh di lingkungan kampus.
Kegiatan ini merujuk pada Surat Keputusan Rektor Universitas Galuh Nomor: 206/4123/SK/AK/R/VIII/2018 terkait perubahan kurikulum FKIP Universitas Galuh.
Landasan formal ini memastikan bahwa setiap materi yang diserap mahasiswa selaras dengan standar kompetensi nasional.
Ringkasan Berita
Penguatan Kompetensi Melalui KKL Pendidikan Matematika Universitas Galuh
Nur Eva Zakiah menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu mata kuliah intrakurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa.
“KKL ini merupakan program intrakurikuler yang ada di Unigal dan untuk bobotnya sebesar 2 SKS,” ujar Eva saat dikonfirmasi, Rabu (30/07/2026).
Oleh karena itu, keseriusan mahasiswa dalam mengikuti setiap sesi menjadi penilaian yang sangat krusial.
Lebih lanjut, sasaran utama dari pelaksanaan KKL Pendidikan Matematika Universitas Galuh adalah untuk memperkuat empat kompetensi dasar guru.
Empat aspek utama tersebut meliputi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, serta kepribadian. Selain itu, literasi teknologi mahasiswa juga terus diasah agar mereka mampu menjawab tantangan pembelajaran modern berbasis sains dan matematika.
Dalam perjalanannya, rombongan mahasiswa mendatangi sejumlah lokasi strategis yang relevan dengan pengembangan ilmu pedagogi.
Salah satu destinasi unggulan adalah Pudak Scientific di Bandung untuk mendalami pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif.
Di lokasi ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana instrumen alat peraga dibuat dan difungsikan secara optimal di dalam kelas.
Sinergi Budaya dan Wirausaha Edukasi
Tidak hanya berfokus pada ranah eksakta, kegiatan KKL Pendidikan Matematika Universitas Galuh juga menyentuh aspek kebudayaan lokal.
Rombongan berkesempatan mengunjungi Saung Angklung Udjo di Bandung untuk mempelajari pelestarian kearifan lokal.
Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana nilai-nilai seni dan tradisi dapat diintegrasikan ke dalam konsep pendidikan modern.
Sementara itu, penguatan sains dan literasi keuangan dilanjutkan melalui kunjungan ilmiah ke Museum Bank Indonesia di Jakarta.
Di sini, peserta mempelajari sejarah moneter serta penerapan konsep matematika keuangan secara riil dalam kehidupan perekonomian nasional.
Pengalaman ini membuka cakrawala mahasiswa bahwa matematika memiliki cakupan aplikasi yang sangat luas dan fleksibel.
Sebagai penutup rangkaian perjalanan ilmiah, para peserta diajak mendalami konsep endupreneur di Dunia Fantasi (Dufan) Ancol.
Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai mekanisme operasional, teknologi wahana, serta manajemen bisnis hiburan berbasis sains. Pengalaman visual ini diharapkan mampu memicu daya kritis mahasiswa dalam merancang inovasi baru.
“KKL ini sebagai bentuk pengalaman lapangan melalui observasi terhadap fenomena alam dan budaya sebagai sumber inspirasi,” tutur Eva menambahkan.
Ia berharap pengamatan langsung tersebut dapat memunculkan ide-ide kreatif serta inovatif dalam merancang media pembelajaran matematika yang menarik.
Dengan demikian, proses belajar di sekolah masa depan akan terasa lebih menyenangkan bagi para siswa.
Di sisi lain, penguatan jiwa kewirausahaan atau edupreneurship juga menjadi salah satu capaian penting dalam KKL Pendidikan Matematika Universitas Galuh.
Mahasiswa digembleng untuk melihat peluang wirausaha kreatif di bidang edukasi, seperti pembuatan alat peraga mandiri atau pengasuhan bimbingan belajar digital. Hal ini menjadi nilai tambah bagi para lulusan kelak.
Melalui orientasi riset sejak dini, kegiatan ini turut membentuk karakter mahasiswa sebagai peneliti pemula pada bidang pendidikan matematika.
Mereka dilatih untuk peka terhadap berbagai permasalahan pembelajaran di lapangan dan mencari solusinya secara ilmiah. Langkah ini krusial untuk menjaga mutu riset akademis Universitas Galuh di tingkat nasional.
Sebagai kesimpulan, keberhasilan penyelenggaraan KKL Pendidikan Matematika Universitas Galuh menjadi bukti nyata dedikasi Unigal dalam mencetak pendidik berkelas.
Diharapkan pengalaman berharga ini dapat ditransformasikan oleh para mahasiswa menjadi karya inovatif yang bermanfaat luas bagi dunia pendidikan Indonesia.





